POST TRADISIONALISME DALAM WACANA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PERSPEKTIF GUS MUS
DOI:
https://doi.org/10.28944/hudanlinnaas.v3i2.1801Keywords:
Post TradisionalismeAbstract
Konsep post tradisionalisme menggaungkan prinsip al muhafadhah ‘ala al qadim al shalih wa al akhdzu bi al jadid al ashlah (memelihara tradisi/sesuatu yang lama yang baik dan mengambil tradisi/sesuatu yang baru yang lebih baik). Sistem pendidikan yang demikian akan memunculkan term pembebasan dalam koridor ajaran Islam yang harus dipahami secara komprehensif, bukan dengan pemahaman parsial. Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pendidikan Islam dalam sudut pendang Gus Mus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Namun secara operasional, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematis kualitatif, yang merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian study tokoh. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan K.H. A. Mustofa Bisri dan karya tertulisnya, dalam bentuk buku, artikel dll. Pengumpulan data melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis data penelitian studi tokoh. Hasil penelittian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek yang perlu diperbaharuai dalam pendidikan Islam, dari yang semula tradisionalis menjadi post tradisionalis, diantarany yaitu tentang konsep pendidikan , tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, dan metode cerpen akhlaqi.
References
al Attas, S. M. N. (1986). Konsep Pendidikan Islam. Mizan.
Anshari, A. A. (2005). Ngetan-Ngulon Ketemu Gus Mus. HMT Foundation.
Bisri, A. M. (2008). Lukisan Kaligrafi (Kumpulan Cerpen). Pustaka Firdaus.
Bisri, A. M. (2010). Koridor (Cet. 2). Kompas.
Bisri, A. M., & Bisri, A. M. (2005). Fikih keseharian Gus Mus (Cet. 1). Khalista bekerjasama dengan Mata Air.
Jalaluddin, H. (2011). Filsafat pendidikan Islam telaah sejarah dan pemikirannya. Kalam Mulia.
Jalaluddin, & Said, U. (1999). Filsafat pendidikan Islam: Konsep dan perkembangan pemikirannya. PT RajaGrafindo Persada.
Muhaimin. (2003). Wacana pengembangan pendidikan Islam (Cet. 1). Pustaka Pelajar bekerjasama dengan PSAPM, Pusat Studi Agama, Politik, dan Masyarakat, Surabaya.
noor laila, itsna. (n.d.). Pemikiran pendidikan Islam K.H. A. Mustofa Bisri. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7904
Rumadi. (2008). Post-tradisionalisme Islam: Wacana intelektualisme dalam komunitas NU ([Cet. 1.]). Fahmina Institute.
Suyudi. (2005). Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur’an Integrasi Epistemologi Bayani, Irfani, Dan Burhani. Mikraj.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







