KOMUNIKASI NILAI KERUKUNAN BERAGAMA MELALUI SEJARAH MASJID LAMA GANG BENGKOK

Authors

  • Fahmi Saad Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Hasan Sazali Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.28944/dirosat.v11i1.2860

Keywords:

Arsitektur, komunikasi, kerukunan beragama

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi nilai kerukunan beragama melalui sejarah Masjid Lama Gang Bengkok Kesawan Medan. Masjid ini tidak hanya memiliki nilai historis dan arsitektural, tetapi juga menyimpan narasi perjumpaan budaya Melayu dan Tionghoa yang dapat dikaji untuk memahami penyampaian nilai kerukunan melalui perspektif komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data menghasilkan tiga kategori secara induktif, yaitu sejarah sebagai pesan, arsitektur sebagai simbol, dan pengurus sebagai komunikator. Sejarah masjid memuat narasi kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak dengan latar belakang agama dan budaya berbeda dalam pendiriannya. Arsitektur merepresentasikan akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa melalui unsur-unsur bangunan, sedangkan pengurus berperan menyampaikan sejarah dan nilai kerukunan kepada mahasiswa, peneliti, media, dan pengunjung. Temuan ini menunjukkan bahwa sejarah Masjid Lama Gang Bengkok tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi masa lalu, tetapi juga menjadi medium komunikasi nilai kerukunan melalui narasi sejarah, simbol arsitektur, dan komunikasi langsung. Oleh karena itu, pelestarian masjid tidak hanya mencakup bangunan fisik, tetapi juga pengetahuan sejarah dan nilai kerukunan yang terkandung di dalamnya.

References

Ardiansyah, M. Rasyid, dkk., “Masjid Lama Gang Bengkok: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Arsitektur di Kota Medan,” Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 3, no. 3 (2024): 77-83, https://doi.org/10.57251/hij.v3i3.1475

Damanik, Firtz Hotman Syahmahita, “Kehidupan Multikultural di Kota Medan: Dinamika, Tantangan, dan Peluang,” Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial 8, no. 1 (2024), 60-67, https://doi.org/10.30743/mkd.v8i1.8503

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, Profil Analisis Gender Kota Medan Tahun 2024 (Medan: DPPPAPM-PPK Kota Medan, 2024), 46.

Ginting, Anisa Nur Baidah, dkk., “Studi tentang Simbol Nilai dan Norma Sosial di Masyarakat Desa Percut,” Jurnal Manajemen Pendidikan 10, no. 1 (2025), 139-144, https://doi.org/10.34125/jmp.v10i1.391

Handayani, Aisyah Putri, dkk., “Hilangnya Budaya Lokal di Era Modern dan Upaya Pelestariannya dalam Perspektif Pancasila,” Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 3, no. 4 (2024), 178-188, ttps://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3452

Hasan, La Ode Amrul dan Ikaputra, “Tinjauan Teoretis Makna Arsitektur melalui Perspektif Semiotika,” Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan 23, no. 1 (2025), 53-60, https://doi.org/10.20961/arst.v23i1.97622

Hasibuan, Sylda Adhitami, dkk., “Akulturasi Arsitektur Melayu dan Cina pada Masjid Lama Gang Bengkok di Kota Medan,” Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil dan Arsitektur (Senastesia) 1, (2023): 1-13, https://proceedings.unimal.ac.id/senastesia/article/view/329

Hidayat, Fahri, “Rekonstruksi Pendidikan Multikultural melalui Peristiwa Rengasdengklok: Pelajaran Sejarah bagi Moderasi Beragama di Indonesia,” Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam 5, no. 2 (2024), 342-353, https://doi.org/10.55623/au.v5i2.661

Khasanah, Lastri, “Akulturasi Agama dan Budaya Lokal (Upaya Membangun Keselarasan Islam dan Budaya Jawa),” At-Thariq: Jurnal Studi Islam dan Budaya 2, no. 2 (2022), 1-12, https://ejournal.stais.ac.id/index.php/trq

Kustiawan, Winda, dkk., “Komunikator Utama dalam Politik, Komunikator Politik dan Kepemimpinan Politik,” J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam 3, no. 1 (2022), 13-22, https://doi.org/10.53429/j-kis.v3i1.421

Lutfi, “Upaya Meningkatkan Komunikasi Antarbudaya dengan Tujuan Harmonisasi Hegemonitas Warga,” Jurnal Network Media 1, no. 2 (2018), https://doi.org/10.46576/jnm.v1i2

Muzakkar, Milatsar, Guys, Indonesia Tuh Bhineka, Loh! (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2019), 92.

Nurhasanah, Cindy, dkk., “Dinamika Interaksi antar Etnis di Lingkungan Pemukiman Medan Estate,” Jurnal Masyarakat Desa 6, no. 1 (2026), 37-49, http://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JMD/article/view/949/427

Piliangsani, Hiqmad M., Backpacking Medan, Berastagi, & Toba (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013), 79.

Purnamasari, Ika, dkk., “Kajian Penelitian Kebudayaan dan Sejarah Masjid Lama Gang Bengkok,” Jurnal Penelitian Multi Disiplin 8, no. 5 (2024), 400-405, https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpim/article/view/26283/27522.

Suhartono, Edy, dkk., “Rendahnya Partisipasi Pemilih dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Wlikota Medan Tahun 2015; Suatu Tinjauan Antropologi Politik,” Jurnal Antropologi Sumatera 17, no. 1 (2019), 12-29, https://doi.org/10.24114/jas.v17i1.20022

Tanjung, Raini, dkk., “Masjid Lama Gang Bengkok sebagai Simbol Multietnis di Kota Medan,” Journal of Art, Design, Education and Culture Studies 4, no. 2 (2019), 95-103, https://doi.org/10.32734/lwsa.v2i2.723

Widayati, Dwi, dkk., Keberagaman Penelitian Humaniora untuk Kteahanan Budaya Sumatera Utara (Purbalingga: Eurika Media Aksara, 2025), 99.

Zein, Abdul Baqir, Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), 36-37.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Siregar, F. S., & Sazali, H. (2026). KOMUNIKASI NILAI KERUKUNAN BERAGAMA MELALUI SEJARAH MASJID LAMA GANG BENGKOK. Dirosat : Journal of Islamic Studies, 11(1), 133–150. https://doi.org/10.28944/dirosat.v11i1.2860

Citation Check