ADAPTASI KOMUNIKASI DAKWAH MAHASISWA INDONESIA TERHADAP BUDAYA SANTRI MALAYSIA DI PONDOK ANNAHDLOH DALAM PROGRAM KKN INTERNASIONAL
DOI:
https://doi.org/10.28944/bayanlin-naas.v9i2.2364Keywords:
Adaptasi Komunikasi, Dakwah, Mahasiswa Indonesia, Budaya Malayisia, Pondok AnnahdlohAbstract
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskriosikan bentuk strategi adaptasi komunikasi dakwah yang dilakukan mahasiswa Indonesia yang sedang melakukan pengabdian internasional terhadap terhadap budaya santri Malaysia di Pondok Annahdloh, Tanjong Sepat, Malaysia. Dengan berlatar belakang dari fenmena perbedaan budaya, Bahasa, dan gaya kounikasi antara mahasiswa pengabdian dari Indonesia dengan santri Malaysia dalam konteks dakwah islam transnasional. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuliatatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipativ, wawancara mendalam dan dokumentasi selamapelaksanaan pengabdian internasional UIN Sunan Ampel Surabaya tahun 2025. Hail penelitian Menunjukkan bahwa adaptasi komunikasi dakwah mahasiswa terjadi dalam tiga bentuk utama: 1) adaptasi Bahasa keagamaan 2) adaptasi gaya komunikasi dakwah melalui pendekatan digital dan empatik, dan 3) adaptasi nilai dakwah bil hikmah dan bil hal dalam pembeajaran. Adaptasi iini menermikan humanistic lintas budaya, serta menunjukkan pentingnya kompetensi antarbudaya dal dakwah islam.
References
Muhammad Khasanul Huda, “Strategi Dakwah Lintas Budaya dalam Menghormati Keberagaman dan Membangun Komunikasi Efektif,” Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah 5, no. 2 (2024): 158–160, 163–164
Kholil, Syukur, Mailin, dan Insi Luthfiyah Siregar. “Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Malaysia dan Indonesia Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.” Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah 5, no. 2 (2024): 158–168.
Nadaa Zakiyah Azzahra, “Komunikasi Antarbudaya dalam Interaksi Sosial Pesantren,” Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi 5, no. 1 (April 2025): 120–134.
Young Yun Kim, Becoming Intercultural: An Integrative Theory of Communication and Cross-Cultural Adaptation (Thousand Oaks: Sage Publications, 2001), 45.
A. Abayuni, Ilmu Dakwah (Jakarta: Prenada Media Group, 2009), 89.
Aang Ridwan, “Dakwah dan Digital Culture: Membangun Komunikasi Dakwah di Era Digital,” LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 1, no. 1.
Zulfa Ilma Nuriana dan Nisrina Salwa, “Digital Da’wah in the Age of Algorithm: A Narrative Review of Communication, Moderation, and Inclusion,” Sinergi International Journal of Islamic Studies 2, no. 4 (2025).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.