ISLAM POS DAN KOMUNIKASI RELIGIUS DI ERA DIGITAL: MEMBANGUN RUANG DAKWAH YANG ADAPTIF
DOI:
https://doi.org/10.28944/bayanlin-naas.v9i1.2139Keywords:
Komunikasi Religius, Dakwah Digital, Media Islam, Islam Pos, Era Digital.Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi cara penyampaian pesan keagamaan di era digital. Salah satu bentuk respons atas fenomena tersebut adalah kemunculan media daring berbasis Islam seperti *Islam Pos*, yang menjadi ruang baru dalam menyampaikan dakwah secara adaptif. Penelitian ini berada dalam diskursus ilmu komunikasi Islam, khususnya pada area komunikasi religius di media digital. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis bagaimana *Islam Pos* membangun komunikasi religius yang efektif dan adaptif dalam menghadapi audiens digital yang beragam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi dan observasi partisipatif daring, serta wawancara dengan tim redaksi Islam Pos.
Penelitian tidak berangkat dari hipotesis, melainkan dari asumsi bahwa media digital dapat menjadi ruang dakwah yang produktif apabila mampu mengemas pesan secara kontekstual dan komunikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa *Islam Pos* menggunakan strategi komunikasi religius satu arah yang persuasif, didukung oleh gaya bahasa yang santun, narasi berbasis Al-Qur’an dan hadis, serta penggunaan media sosial sebagai alat penyebaran pesan. Efektivitas komunikasi dilihat dari tiga aspek: kognitif (pemahaman), afektif (sikap), dan konatif (perilaku). Meskipun begitu, tantangan juga teridentifikasi dalam bentuk segmentasi pembaca yang terbatas, kurangnya interaksi langsung, serta kredibilitas sumber konten yang belum merata.
Kontribusi tulisan ini terletak pada pemetaan strategi dakwah digital berbasis media dan identifikasi prinsip adaptif dalam komunikasi religius kontemporer. Hasil penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa media Islam daring tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai ruang dialog sosial-keagamaan yang relevan dan inklusif bagi masyarakat digital.
References
Aswar, H., Ramadhan, F., & Mulyadi, M. (2020). Media Dakwah dan Komunitas Digital: Studi Kasus pada Komunitas Hijrah. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 17–31.
Anshari, A. M. (2021). Komunikasi Dakwah di Era Digital: Tantangan dan Peluang. Yogyakarta: Deepublish.
Arifin, A. (2018). Komunikasi Islam: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.
Susanto, A. (2022) “Dakwah Digital di Era Disrupsi: Strategi dan Tantangan,” Jurnal Komunikasi Islam, Vol. 12, No. 2: 211–230
Budiman, A. (2020). Literasi digital dalam komunikasi keagamaan: Analisis wacana pada akun Instagram dakwah. Jurnal Dakwah Tabligh, 21(1), 32–45.
Fadhilah, N. (2021). Efektivitas komunikasi religius pada konten YouTube Islami. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 88–102.
Hamdani, A. (2019). Media dan dakwah di era revolusi industri 4.0. Jurnal Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati, 6(2), 67–80.
Hidayatullah, A. (2020). Dakwah media baru: Studi kasus interaktivitas dakwah melalui Instagram. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 20(1), 91–110.
Haditama, R., Sulaeman, M., & Yusuf, R. (2024). Dakwah Kontekstual di Era Digital: Studi atas Media Islam Daring. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 16(2), 102–115.
Huda, M., Jasmi, K. A., & Mohamad, S. (2019). Effective Communication in Digital Dakwah: Exploring the Role of Ethos, Pathos, and Logos. International Journal of Islamic Thought, 15(1), 25–36.
Irawan, R. (2020). Transformasi komunikasi dakwah di era digital: Studi kasus pada Ustadz Hanan Attaki. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 24(2), 103–117.
Jauhari, M. (2019). Tantangan dan strategi dakwah Islam di tengah era digitalisasi. Jurnal Sosial Keagamaan, 5(1), 45–60.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Los Angeles: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Maulana, A. (2019). Dakwah dan media baru: Eksistensi da’i digital dalam menyampaikan pesan keislaman. Jurnal Komunikasi dan Dakwah, 7(2), 112–126.
Mubarok, H. (2020). Strategi komunikasi persuasif dalam dakwah digital. Jurnal Al-Balagh: Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(1), 23–35.
Nugroho, B. (2020). Komunikasi dakwah dalam ekosistem digital: Relevansi dan tantangannya. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(2), 70–85.
Nazrullah, R. (2017). Cyber Dakwah: Aktivitas Dakwah Islam di Dunia Maya. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nasrullah, R. (2021) Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 197.
Putri, S. A. (2021). Analisis efektivitas pesan dakwah pada media online Islam. Jurnal Dakwah Digital dan Komunikasi Islam, 2(1), 44–58.
Rahmawati, L. (2018). Komunikasi dakwah dan budaya digital generasi milenial. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 6(2), 77–92.
Rasyid, R. (2019). Peran media sosial dalam penyebaran pesan keagamaan. Jurnal Komunikasi Islam, 9(1), 50–65.
Rosyadi, I. (2021). Strategi dakwah Islam melalui media daring. Jurnal Dakwah Digital, 4(1), 89–103.
Syamsuddin, H. (2022). Dakwah kontekstual di ruang digital: Analisis isi pada media Islam berbasis daring. Jurnal Studi Dakwah dan Komunikasi, 5(1), 15–30.
Sikumbang, M., Nurhayati, A., & Ramli, R. (2019). Komunikasi Dakwah yang Efektif di Era Digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 56–68.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.